Informsi macam - macam peluang usaha, modal kecil, usaha pertanian, usaha rumahan, budidaya unggas, usaha sampingan, usaha mikro kecil dan menengah,usaha pengolahan limbah
Home » , , , » EM 4 Terobosan Agar Petani Dan Peternak Sukses

EM 4 Terobosan Agar Petani Dan Peternak Sukses

Written By urip wijaya on Jumat, 22 Agustus 2014 | 12.55

.Membuat Effective Microorganisme atau EM, Pupuk EM adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah.Membuat kotoran ternak tidak bau bila digunakan untuk fermentasi pakan ternak.Proses metabolisme menjadi optimal bila ransum ternak difermentasi microorganisme ini.Maka tidak heran bila EM ini menjadi Kunci Sukses Petani Dan Peternak. Cara membuatnya juga sangat mudah dengan menggunakan bahan bahan yang tersedia di sekitar kita.

EM 4 Terobosan Agar Petani Dan Peternak Sukses
                                                         contoh kemasan EM 4

1.Pembuatan bakteri penghancur (EM).

Bahan-bahan :

- Susu sapi atau susu kambing murni.
- Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
- Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) - 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih.

Alat-alat lain sebagai penunjang

Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas dan saringan

2.Cara pembuatan :

- Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati.
- Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.
- Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.
- Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.
- Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket.

Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri.

Sebagai indukannya bakteri bisa membeli EM 4 di poultry shop yang ada di setiap kota.
Untuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah seperti berikut ini:

A.Bahan dan Komposisi :

-1 liter bakteri
-3 kg bekatul (minimal)
-¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)
-¼ kg terasi
-5 liter air

Alat dan bahan penunjang :
-Ember
-Pengaduk
-Panci pemasak air
-Botol penyimpan
-Saringan (dari kain atau kawat kasa)

B.Cara Pembiakan
-Panaskan 5 liter air sampai mendidih.
-Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
-Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).
-Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.
-Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.
-Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigen dan udara).
-Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
Nb. Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.


A.Bahan dan Alat:

-1 liter bakteri
-5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
-0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
-1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
-30 kg kotoran hewan
-Air secukupnya
-Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
B.Cara Pembuatan:

-Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
-Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
-Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
-Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
-Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
-Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya. Lihat juga Azolla Rahasia Sukses Budidaya Ikan Dan Unggas.

C.Manfaat
-Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
-Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi -apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
-Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau  bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.

5. Cara Membuat Pupuk Hijau Organik

Pupuk Hijau: adalah pupuk organik yang terbuat dari sisa tanaman atau sampah yang diproses dengan bantuan bakteri.

A.Bahan dan Komposisi:

-200 kg hijau daun atau sampah dapur.
-10 kg dedak halus.
-¼ kg gula pasir/gula merah.
-¼ liter bakteri.
-200 liter air atau secukupnya.

B.Cara Pembuatan:
-Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi.
-Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun.
-Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air.
-Masukkan bakteri ke dalam air. Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata.
-Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau daun/sampah+bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat.
-Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan.
Mengingat betapa pentingnya pupuk sebagai sarana penunjang keberhasilan para petani maka sudah seharusnya efisiensi di sektor ini harus dioptimalkan dengan harapan semoga petani dan peternak menjadi semakin sejahtera. Dan admin berharap agar Effective Microorganisme atau EM Jadi Kunci Sukses Petani Dan Peternak Indonesia. Mengingat pentingnya artikel ini dalam rangka Swasembada Pangan mohon bantuan silahkan disebarkan informasi ini, semoga bisa bernilai sebagai amal jariyah dan bisa menjadi bisnis rumahan alternatif. Amiiiin, terima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar

Bisnis Rumahan Terbaru